Entah apa yang ada di otakku... pikiranku kemudian merekam setiap detail hal yang ku lihat dan ku dengar tentang sebuah pernikahan. Keputusan untuk kapan menikah.. dengan siapa kita menikah.. dan banyak lagi.
Beberapa hal yang kupelajati dan ku harap kelak bisa menjadi bekalku. Kapan harus menikah bukan hanya ditentukan dari banyaknya pertanyaan orang-orang disekitar.. bukan dari desakan berbagai pihak agar segera menikah.. bukan juga sekedat gengsi untuk memiliki pasangan. Tetapi lebih dari itu. Kapan harus menikah perlu dipertimbangkan dan dipirkirkan dengan baik.. siap tidak secara lahir dan batin untuk benar-benar memiliki komitmen, bertanggung jawab, konsisten dan menjaga pernikahan itu kelak. Karna satu kali keputusan untuk seumur hidup dampaknya.
Dengan siapa harus menikah? Itu pertanyaan yang perlu dijawab dengan baik ku rasa. Munafik jika setiap orang tidak mendambakan pasangannya cantik, tampan, berpendidikan, mapan, soleh, dan segala kriteria manusia sempurna. Tapi kadang justru itu yang membayangi kita dan membatasi kita untuk membuka diri dengan orang lain sehingga kita melupakan arti dari penciptaan respect terhadap orang lain. Aku belajar bukan dengan siapa kita haru menikah... apakah dengan orang yamg kita cintai.. ataukah dengan orang yang kita inginkan yang sesuai dengan kriteria kita... tapi aku belajar bahwa lebih dari itu... dengan siapa kita menikah bukan hanya dua individu yang bersatu tapi dua keluarga dua ego dua pikiran dua perasaan dua kemauan... yang bagaimana caranya harus mampu berjalan beriringan saling melengkapi satu sama lain. Orang yang tepat tidak akan pernah ditemukan jika kita tidak mengusahakannya... jodoh yang tepat tidak akan ada jika tidak saling menjaga dan memelihara. dan cinta yang tepat tidak akan lebih indah tanpa disertai komitmen dari masing masing individu untuk dapat menerima kelebihan dan kekurangan satu sama lain dan saling melengkapi.
Membangun komunikasi yang baik, saling mengerti satu sama lain, menjaga, memelihara, menghormati, menyayangi.. dan dengan orang seperti itulah yang aku rasa ingin aku menikah. Tidak hanya untuk 1 atau 2 tahun. Tapi untuk seluruh sisa umur yang masih dan akan diberikan Allah ke kita.
Goresan ini mungkin tak berharga... tapi mampu memberikan ketenangan dan belajar akan setiap detail kejadian yang ada.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar