Tlah ku sebut namamu dalam tiap hela nafasku
Namun kau tak pernah berbalik tuk menyapaku
Tlah ku relakan seluruh waktuku tuk memikirkanmu
Namun tak juga kau hadir dalam nyataku
Tlah lama ku berdiri di sampingmu,
Menopangmu, membantumu bangkit dari keterpurukanmu,
Namun tak juga kau mengerti akan arti kehadiranku di sisimu,
Dengan putus asa,
Lalu kuteriakkan cintaku ketengah luas samudra
Namun yang kudengar bukan jawabmu
Hanya deburan ombak dan deru suara angin yang berLoemba
Mengantar kembali jeritanku yang tak pernah sampai padamu
From: Angel
To: RAP
“Hei,
coba liat lagi di mading.”Teriak Doni pada Rangga dan teman-teman yang lainnya.
Anak-anak yang penasaran melihat kehebohan Doni segera melihat ke arah mading
tidak terkecuali Rangga. Hanya Sika dan Keyla yang tidak ikut. Mereka berdua
seakan tahu, apa yang dihebohkan oleh Doni dan anak-anak yang lainnya.
“Gimana menurul Loe?” Tanya Doni
pada Rangga yang masih berdiri mematung di depan madding.
“Hei, Ga…” dipanggilanya lagi Rangga
yang tidak juga menyahut dan kemudian ditepuknya bahu Rangga. Rangga kaget
dengan hal itu.
“Loe Don bikin kaget gue aja.” Jawab
Rangga.
“Lagian Elo pake bengong gitu.
Kenapa Loe?” Tanya Doni.
“Btw Ga, Kok gue ngerasa itu puisi
buat Elo ya Ga…” Celetuk Doni yang membuat Rangga terkejut dan hatinya langsung
berdetak kencang.
Rangga
tidak tahu harus berkomentar apa. Ia pernah melihat puisi itu di rumah Keyla.
Puisi yang sama yang ditulis tangan oleh Keyla waktu itu. Puisi itu untuknya.
Rangga masih tidak percaya bahwa selama ini “Angel” adalah Keyla.
“Ga..Kok Loe jadi autis gitu sie.
Loe Kenapa si Ga?” Tanya Doni yang tidak mengerti dengan sikap Rangga.
Rangga
yang masih bingung segera pergi ke kelas, tanpa terasa kaki Rangga segera
menuju ke arah bangku Keyla.
Keyla yang sedang membaca buku
terkejut dengan kedatang Rangga dan Doni yang masih berteriak-teriak memanggil
nama Rangga.
“Hei Ga… kamu bikin kaget aja.
Kenapa Doni teriak-teriak itu?” Sapa Keyla pada Rangga.
Rangga
yang masih tidak tahu harus bicara apa hanya bisa memandang Keyla dan kemudian
menggenggam tangan Keyla dan mengajaknya ikut dengannya.
“Ikut aku bentar yuk Key.” Ajak
Rangga sambil menarik tangan Keyla.
Keyla
dan yang lain yang melihat tingkah Rangga menjadi bingung, termasuk Laras pacar
Rangga yang sejak tadi memperhatikan mereka.
“Key, Ikut aku ya... Kita cabut
bentar satu pelajaran ini, penting.” Pinta Rangga. Keyla yang bingung hanya
bisa mengikuti ajakan Rangga. Keyla sudah hapal betul sikap Rangga yang tidak
mau banyak bicara.
Sebelum
mereka pergi, Rangga meminta Doni dan Sika untuk mengatakan pada guru bahwa
mereka ada urusan OSIS sehingga harus ijin jam pelajaran. Laras yang
memperhatikan sikap Rangga merasa sangat sedih. Rangga bahkan tidak melihat ke arahnya
untuk berpamitan. Sedangkan Sika, entah kenapa hati Sika tidak tenang. Ia tahu,
pasti ada yang tidak beres dengan Rangga dan Keyla. Ia takut Rangga sudah tahu
siapa ‘Angel’ itu sebenarnya.
……………………………
“Ga,
Ngapain kita di sini?” Tanya Keyla pada Rangga setelah mereka turun dari motor.
Rangga mengajak Keyla ke danau tempat faforit mereka.
Rangga
masih diam, dia tidak tahu harus bicara apa. Dia tidak tahu apa yang ia
lakukan.
“Ga?” Sapa Keyla lagi dan Rangga
masih tetap diam. Keyla kemudian duduk di kursi pinggiran danau. Ia nikmati
pemandangan danau siang itu. Dibiarkannya Rangga yang masih diam. Keyla tahu
Rangga tidak bisa dipaksa.
Sudah hamper 15 menit mereka di sana
dan mereka hanya diam. Rangga duduk bersandar di motornya dan diperhatikannya Keyla
sejak tadi. Keyla melihat ke arah danau sehingga tidak melihat bahwa Rangga
memperhatikannya.
”Apa yang harus aku lakukan Key?”
Tanya Rangga pada dirinya sendiri.
Lama
ia berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk mendekati Keyla. Ia berjalan ke arah Keyla.
Ia duduk di sebelah Keyla, dipeluknya gadis itu erat dari belakang. Keyla yang
sempat terkejut mendapatkan pelukan yang tiba-tiba dari Rangga sempat terkejut
dan berusaha melepaskan diri. Namun Rangga justru semkin erat memeluknya. Lama
mereka berpelukan, Keyla dapat merasakan detak jantung Rangga yang tidak
beraturan, dan Rangga juga dapat merasakan kegugupan Keyla dan suara nafas Keyla.
Rangga
mulai mengendurkan pelukannya.
“Key.” Panggil Rangga dan Keyla
hanya menatap mata Rangga.
“Aku
bingung, aku gak tahu apa yang ku rasakan selama ini ke kamu. Aku punya Laras
dan aku tahu itu. Tapi aku ngerasa selalu terlalu protect ke kamu. Aku gak suka
kalo kamu deket atau dideketin cowok lain. Tadinya kupikir aku bersikap itu
karna aku gak mau kamu disakitin mereka. Tapi sekarang aku sadar aku sayang
kamu Key.” Ucap Rangga. Keyla yang terkejut hanya bisa menatap Rangga. Tanpa
terasa air matanya mengalir.
Keyla
menangis. Semua yang ada dihatinya tumpah bersamaan air mata yang jatuh
dipipinya tanpa harus ia ungkapkan isi hatinya. Air matanya sudah mewakili
semua isi hatinya, kerinduannya selama ini pada Rangga.
“Key,
aku tahu aku gak adil sama kamu selama ini. Aku tahu aku jahat sama kamu. Aku gak
pernah perhatiin perasaan kamu. Aku sibuk dengan perasaanku sendiri tanpa aku
lihat perasaanmu. Maafin aku Key.” Ucap Rangga lagi.
Tangis
Keyla semakin tumpah. Rangga hanya bisa memeluknya. Keyla menangis dipelukan
Rangga. Dipelukanya gadis itu erat. Sekarang ia tahu siapa yang ia sayangi,
tapi ia juga tidak tega menyakiti Laras.
Lama
mereka terdiam, suara isak tangis Keyla pun sudah mulai mereda. Keyla sudah
mulai kembali tenang.
“Ga,
aku yakin kamu sudah tahu siapa ‘Angel’ dan siapa RAP yang selama ini ada di
madding. Dan aku juga gak akan menutupi itu dari kamu. Aku gak akan minta maaf
karena aku menyimpan perasaan ke kamu. Toh selama ini aku gak pernah bikin kamu
susah. Aku juga gak mau ada yang tersakiti dengan perasaanku, bukan kamu dan
juga bukan Laras atau orang-orang lainnya. Aku gak mau ada yang sakit hati
gara-gara perasaanku ini. Kamu tenang aja Ga, kamu gak perlu pusing dan ngerasa
gak enak dengan perasaanku ke kamu. Aku bisa mengontrolnya. Puisi itu aku tulis
hanya untuk menumpahkan semua yang ku rasa yang gak bisa ku sampaikan ke kamu
langsung. Dan itu sudah membuatku lega. Makasih Ga karna kamu udah sayang sama
aku. Aku sangat terlindungi selama ini. Tapi mungkin mulai saat ini aku ingin
kita melupakan semuanya. Kita mulai lagi dengan Keyla dan Rangga yang dulu
memulai persahabatan.” Pinta Keyla dengan tenang.
Rangga yang tidak menyangka gadis
disebelahnya ini akan bicara setegar itu merasa sangat bersalah. Ia tahu betul
sikap Keyla, ia tahu sahabatnya ini selalu mementingkan perasaan orang lain
dibandingkan dirinya, namun ia tidak menyangka kalimat itu yang akan diucapkan Keyla.
Entah kenapa Rangga tidak terima dengan permintaan Keyla.
“Key,” ucap Rangga sambil
memalingkan wajah Keyla agar menatapnya.
“Key, lihat mataku. Kamu yakin
dengan yang kamu ucapkan? Kamu yakin akan melepaskan aku meskipun aku bilang
aku sayang sama kamu?” Tanya Rangga lagi pada Keyla.
Keyla
yang sudah bertekat dan menguatkan hatinya di depan Rangga hanya bisa
mengangguk sambil menatap mata Rangga. Rangga yang berusaha menolak keputusan
itu hanya bisa pasrah.
“Ga,
sebelum ku lepasin kamu. Aku pengen bilang langsung ke kamu. Aku sayang kamu
Ga. Aku sayang kamu lebih dari yang kamu tahu dari puisi-puisi yang kutulis.
Tapi aku juga tahu, kamu bukan punya ku dan aku gak akan mengambil sesuatu yang
bukan punya ku. Makasih udah sayang sama aku juga. Dan tetap ijinin aku untuk
terus jadi sahabatmu. Karna ku rasa hanya dengan itu perasaan sayang kita akan
kekal dan tidak akan saling menyakiti nantinya. Aku sayang kamu Ga.” Ucap Keyla
tegar langsung di depang Rangga.
Rangga
yang tidak kuat melihat wajah Keyla kemudian memeluknya. Ia tahu, keputusan
yang sudah diambil Keyla tidak dapat diganggu lagi. Hari itu ia pun memutuskan
untuk menyimpan rasa sayangnya pada Keyla. Ia yakin, jika memang mereka jodoh,
ia dan Keyla akan dipertemukan dan disatukan kedalam perasaan sayang yang lebih
murni dan suci tanpa harus menyakiti orang lain yang ada disekitar mereka.
Siang itu juga mereka kembali ke sekolah setelah bekas
tangis di wajah Keyla mulai tidak terlihat. Beruntung mereka masih sempat
mengikuti jam pelajaran Kimia sehingga mereka tidak mendapatkan hukuman. Mereka
sepakat akan memulai semuanya dari awal dan menyimpan semuanya. Hanya mereka
yang tahu kejadian hari itu. Kejadian yang akan jadi kenangan untuk mereka
berdua.
------------------------
Terimakasih cinta
Untuk segala perasaan yang tlah kau berikan padaku
Mungkin bukan saat ini, mungkin besok, lusa ataukah nanti
Kita akan dipertemukan dalam cinta yang abadi
From: Angel
To: RAP
“Ga,
kenapa kamu senyum gitu? Coba perhatiin deh Ga, kenapa si Angel isi puisinya begitu ya? Gue jadi sedih ngebacanya.” cerocos Doni pada Rangga tak berhenti. Dan yang diajak bicara masih juga mematung di
depan madding. Diperhatikannya tulisan dimading itu. Ia tahu, perasaan
sayangnya pada Keyla tidak akan berubah begitu juga dengan perasaan Keyla
padanya. Puisi itu menjadi puisi terakhir dari ‘Angel’ yang tertempel di mading
sekolah. Sejak saat itu puisi cinta ‘Angel’ tidak pernah lagi terpampang di
sana. Karena rasa sayang mereka sudah menemukan muaranya, dihati mereka “Rangga
dan Keyla”.
…..The End…..
Tidak ada komentar:
Posting Komentar