Jumat, 29 Maret 2013

-PUISI CINTA ANGEL- (PART 3)

Part 3



Tlah ku sebut namamu dalam tiap hela nafasku
Namun kau tak pernah berbalik tuk menyapaku
Tlah ku relakan seluruh waktuku tuk memikirkanmu
Namun tak juga kau hadir dalam nyataku
Tlah lama ku berdiri di sampingmu,
Menopangmu, membantumu bangkit dari keterpurukanmu,
Namun tak juga kau mengerti akan arti kehadiranku di sisimu,
Dengan putus asa,
Lalu kuteriakkan cintaku ketengah luas samudra
Namun yang kudengar bukan jawabmu
Hanya deburan ombak dan deru suara angin yang berLoemba
Mengantar kembali jeritanku yang tak pernah sampai padamu
From: Angel
To: RAP




“Hei, coba liat lagi di mading.”Teriak Doni pada Rangga dan teman-teman yang lainnya. Anak-anak yang penasaran melihat kehebohan Doni segera melihat ke arah mading tidak terkecuali Rangga. Hanya Sika dan Keyla yang tidak ikut. Mereka berdua seakan tahu, apa yang dihebohkan oleh Doni dan anak-anak yang lainnya.
            “Gimana menurul Loe?” Tanya Doni pada Rangga yang masih berdiri mematung di depan madding.
            “Hei, Ga…” dipanggilanya lagi Rangga yang tidak juga menyahut dan kemudian ditepuknya bahu Rangga. Rangga kaget dengan hal itu.
            “Loe Don bikin kaget gue aja.” Jawab Rangga.
            “Lagian Elo pake bengong gitu. Kenapa Loe?” Tanya Doni.
            “Btw Ga, Kok gue ngerasa itu puisi buat Elo ya Ga…” Celetuk Doni yang membuat Rangga terkejut dan hatinya langsung berdetak kencang.
Rangga tidak tahu harus berkomentar apa. Ia pernah melihat puisi itu di rumah Keyla. Puisi yang sama yang ditulis tangan oleh Keyla waktu itu. Puisi itu untuknya. Rangga masih tidak percaya bahwa selama ini “Angel” adalah Keyla.
            “Ga..Kok Loe jadi autis gitu sie. Loe Kenapa si Ga?” Tanya Doni yang tidak mengerti dengan sikap Rangga.
Rangga yang masih bingung segera pergi ke kelas, tanpa terasa kaki Rangga segera menuju ke arah bangku Keyla.
            Keyla yang sedang membaca buku terkejut dengan kedatang Rangga dan Doni yang masih berteriak-teriak memanggil nama Rangga.
            “Hei Ga… kamu bikin kaget aja. Kenapa Doni teriak-teriak itu?” Sapa Keyla pada Rangga.
Rangga yang masih tidak tahu harus bicara apa hanya bisa memandang Keyla dan kemudian menggenggam tangan Keyla dan mengajaknya ikut dengannya.
            “Ikut aku bentar yuk Key.” Ajak Rangga sambil menarik tangan Keyla.
Keyla dan yang lain yang melihat tingkah Rangga menjadi bingung, termasuk Laras pacar Rangga yang sejak tadi memperhatikan mereka.
            “Key, Ikut aku ya... Kita cabut bentar satu pelajaran ini, penting.” Pinta Rangga. Keyla yang bingung hanya bisa mengikuti ajakan Rangga. Keyla sudah hapal betul sikap Rangga yang tidak mau banyak bicara.
Sebelum mereka pergi, Rangga meminta Doni dan Sika untuk mengatakan pada guru bahwa mereka ada urusan OSIS sehingga harus ijin jam pelajaran. Laras yang memperhatikan sikap Rangga merasa sangat sedih. Rangga bahkan tidak melihat ke arahnya untuk berpamitan. Sedangkan Sika, entah kenapa hati Sika tidak tenang. Ia tahu, pasti ada yang tidak beres dengan Rangga dan Keyla. Ia takut Rangga sudah tahu siapa ‘Angel’ itu sebenarnya.
……………………………
           
“Ga, Ngapain kita di sini?” Tanya Keyla pada Rangga setelah mereka turun dari motor. Rangga mengajak Keyla ke danau tempat faforit mereka.
Rangga masih diam, dia tidak tahu harus bicara apa. Dia tidak tahu apa yang ia lakukan.
            “Ga?” Sapa Keyla lagi dan Rangga masih tetap diam. Keyla kemudian duduk di kursi pinggiran danau. Ia nikmati pemandangan danau siang itu. Dibiarkannya Rangga yang masih diam. Keyla tahu Rangga tidak bisa dipaksa.
            Sudah hamper 15 menit mereka di sana dan mereka hanya diam. Rangga duduk bersandar di motornya dan diperhatikannya Keyla sejak tadi. Keyla melihat ke arah danau sehingga tidak melihat bahwa Rangga memperhatikannya.
            ”Apa yang harus aku lakukan Key?” Tanya Rangga pada dirinya sendiri.
Lama ia berpikir, akhirnya ia memutuskan untuk mendekati Keyla. Ia berjalan ke arah Keyla. Ia duduk di sebelah Keyla, dipeluknya gadis itu erat dari belakang. Keyla yang sempat terkejut mendapatkan pelukan yang tiba-tiba dari Rangga sempat terkejut dan berusaha melepaskan diri. Namun Rangga justru semkin erat memeluknya. Lama mereka berpelukan, Keyla dapat merasakan detak jantung Rangga yang tidak beraturan, dan Rangga juga dapat merasakan kegugupan Keyla dan suara nafas Keyla.
Rangga mulai mengendurkan pelukannya.
            “Key.” Panggil Rangga dan Keyla hanya menatap mata Rangga.
            “Aku bingung, aku gak tahu apa yang ku rasakan selama ini ke kamu. Aku punya Laras dan aku tahu itu. Tapi aku ngerasa selalu terlalu protect ke kamu. Aku gak suka kalo kamu deket atau dideketin cowok lain. Tadinya kupikir aku bersikap itu karna aku gak mau kamu disakitin mereka. Tapi sekarang aku sadar aku sayang kamu Key.” Ucap Rangga. Keyla yang terkejut hanya bisa menatap Rangga. Tanpa terasa air matanya mengalir.
Keyla menangis. Semua yang ada dihatinya tumpah bersamaan air mata yang jatuh dipipinya tanpa harus ia ungkapkan isi hatinya. Air matanya sudah mewakili semua isi hatinya, kerinduannya selama ini pada Rangga.
“Key, aku tahu aku gak adil sama kamu selama ini. Aku tahu aku jahat sama kamu. Aku gak pernah perhatiin perasaan kamu. Aku sibuk dengan perasaanku sendiri tanpa aku lihat perasaanmu. Maafin aku Key.” Ucap Rangga lagi.
Tangis Keyla semakin tumpah. Rangga hanya bisa memeluknya. Keyla menangis dipelukan Rangga. Dipelukanya gadis itu erat. Sekarang ia tahu siapa yang ia sayangi, tapi ia juga tidak tega menyakiti Laras.
Lama mereka terdiam, suara isak tangis Keyla pun sudah mulai mereda. Keyla sudah mulai kembali tenang.
“Ga, aku yakin kamu sudah tahu siapa ‘Angel’ dan siapa RAP yang selama ini ada di madding. Dan aku juga gak akan menutupi itu dari kamu. Aku gak akan minta maaf karena aku menyimpan perasaan ke kamu. Toh selama ini aku gak pernah bikin kamu susah. Aku juga gak mau ada yang tersakiti dengan perasaanku, bukan kamu dan juga bukan Laras atau orang-orang lainnya. Aku gak mau ada yang sakit hati gara-gara perasaanku ini. Kamu tenang aja Ga, kamu gak perlu pusing dan ngerasa gak enak dengan perasaanku ke kamu. Aku bisa mengontrolnya. Puisi itu aku tulis hanya untuk menumpahkan semua yang ku rasa yang gak bisa ku sampaikan ke kamu langsung. Dan itu sudah membuatku lega. Makasih Ga karna kamu udah sayang sama aku. Aku sangat terlindungi selama ini. Tapi mungkin mulai saat ini aku ingin kita melupakan semuanya. Kita mulai lagi dengan Keyla dan Rangga yang dulu memulai persahabatan.” Pinta Keyla dengan tenang.
            Rangga yang tidak menyangka gadis disebelahnya ini akan bicara setegar itu merasa sangat bersalah. Ia tahu betul sikap Keyla, ia tahu sahabatnya ini selalu mementingkan perasaan orang lain dibandingkan dirinya, namun ia tidak menyangka kalimat itu yang akan diucapkan Keyla. Entah kenapa Rangga tidak terima dengan permintaan Keyla.
            “Key,” ucap Rangga sambil memalingkan wajah Keyla agar menatapnya.
            “Key, lihat mataku. Kamu yakin dengan yang kamu ucapkan? Kamu yakin akan melepaskan aku meskipun aku bilang aku sayang sama kamu?” Tanya Rangga lagi pada Keyla.
Keyla yang sudah bertekat dan menguatkan hatinya di depan Rangga hanya bisa mengangguk sambil menatap mata Rangga. Rangga yang berusaha menolak keputusan itu hanya bisa pasrah.
“Ga, sebelum ku lepasin kamu. Aku pengen bilang langsung ke kamu. Aku sayang kamu Ga. Aku sayang kamu lebih dari yang kamu tahu dari puisi-puisi yang kutulis. Tapi aku juga tahu, kamu bukan punya ku dan aku gak akan mengambil sesuatu yang bukan punya ku. Makasih udah sayang sama aku juga. Dan tetap ijinin aku untuk terus jadi sahabatmu. Karna ku rasa hanya dengan itu perasaan sayang kita akan kekal dan tidak akan saling menyakiti nantinya. Aku sayang kamu Ga.” Ucap Keyla tegar langsung di depang Rangga.
Rangga yang tidak kuat melihat wajah Keyla kemudian memeluknya. Ia tahu, keputusan yang sudah diambil Keyla tidak dapat diganggu lagi. Hari itu ia pun memutuskan untuk menyimpan rasa sayangnya pada Keyla. Ia yakin, jika memang mereka jodoh, ia dan Keyla akan dipertemukan dan disatukan kedalam perasaan sayang yang lebih murni dan suci tanpa harus menyakiti orang lain yang ada disekitar mereka.

Siang itu juga mereka kembali ke sekolah setelah bekas tangis di wajah Keyla mulai tidak terlihat. Beruntung mereka masih sempat mengikuti jam pelajaran Kimia sehingga mereka tidak mendapatkan hukuman. Mereka sepakat akan memulai semuanya dari awal dan menyimpan semuanya. Hanya mereka yang tahu kejadian hari itu. Kejadian yang akan jadi kenangan untuk mereka berdua.


------------------------



Terimakasih cinta
Untuk segala perasaan yang tlah kau berikan padaku
Mungkin bukan saat ini, mungkin besok, lusa ataukah nanti
Kita akan dipertemukan dalam cinta yang abadi
From: Angel
To: RAP



Ga, kenapa kamu senyum gitu? Coba perhatiin deh Ga, kenapa si Angel isi puisinya begitu ya? Gue jadi sedih ngebacanya.” cerocos Doni pada Rangga tak berhenti. Dan yang diajak bicara masih juga mematung di depan madding. Diperhatikannya tulisan dimading itu. Ia tahu, perasaan sayangnya pada Keyla tidak akan berubah begitu juga dengan perasaan Keyla padanya. Puisi itu menjadi puisi terakhir dari ‘Angel’ yang tertempel di mading sekolah. Sejak saat itu puisi cinta ‘Angel’ tidak pernah lagi terpampang di sana. Karena rasa sayang mereka sudah menemukan muaranya, dihati mereka “Rangga dan Keyla”.  

…..The End…..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar