Kamis, 11 April 2013

BUS KU DATANG MENJEMPUTKU (CerBung part 1)


BUS KU DATANG MENJEMPUTKU

Menemukan pendamping hidup layaknya menunggu sebuah bus… ada yang datang dan pergi, dan kita memiliki hak untuk memilih bus mana yang akan kita tumpangi yang akan membawa kita kesebuah tujuan, ataukah kita akan tetap bersabar menunggu bus yang kita nanti hingga ia benar-benar datang menghampiri.
“Key, kamu tidak secantik mereka. Tapi kamu akan membuat orang menatapmu karna itulah kamu”. Ucap Keysa pada pantulan dirinya di cermin. Ia kembangkan senyumnya. Seperti biasa pagi itu Keysa kembali menatap wajahnya di cermin, kebiasaannya beberapa tahun terakhir ini. Bukan untuk membanggakan dirinya, hanya untuk membangkitkan semangatnya.
Tak lama handphonenya berdering, dilihatnya wajah Roni di sana,senyum Keysa kembali mengembang.
“Assalamualaikum Ron..” ucap Keysa pada orang di seberang.
“Oke… aku sudah siap. Aku tunggu di rumah ya. Kamu sarapan di sini sekalian, tadi Ibu masak opor ayam kesukaanmu.” Ucap Keysa lagi kemudian setelah diam sejenak mendengar apa yang di sampaikan Roni di seberang dan kemudian ia akhiri percakapan mereka.
Roni, laki-laki yang dua tahun terakhir ini menemaninya. Menyediakan bahunya untuknya bersandar melepaskan penat dan kepedihannya.
Roni memberikan kursi utama dalam busnya setelah dirinya hampir lusuh layu berdiri di tepi  jalan tanpa perbekalan. Roni bukan bus asing baginya. Bus itu selalu datang menghampirinya, sejenak berhenti membuka pintunya lebar-lebar namun Keysa tetap tak paham dan kukuh menunggu busnya yang telah ia nanti hingga 6 tahun lamanya datang. Hingga akhirnya ia memilih untuk menyerah dan memilih menumpang pada bus lain yang bersedia mengantarkan Keysa pada tujuannya. Namun sayang, bukan bus Roni yang ia tumpangi, dan kesempatan Roni hilang kembali.
Bertahun-tahun Keysa menjadi penumpang setia pada bus yang ia tumpangi. Berharap bus itu akan sampai pada tujuannya. Seiring berjalannya waktu, sebelum ia sampai pada tujuannya, bus itu mendadak berhenti, memintanya turun karna tak mampu mengantarnya hingga ketujuan. Limbung Keysa turun, tak tau dimana ia berdiri, menepi karna perjalanan mereka telah cukup jauh untuk diakhiri. 
Diam Keysa terpaku pada tempatnya cukup lama, berharap bus itu akan menjemputnya kembali. Ia bertahan di sana. Namun, tak ada tanda-tanda ia kembali karna ia telah terus berjalan mengangkut penumpang-penumpang berikutnya menuju tujuan akhir mereka.
Tak ada perbekalan yang Keysa bawa, hanya keteguhan hati bahwa ia harus melanjutkan perjalanannya. Melanjutkannya sendiri, ia putuskan untuk tidak diam pada posisinya. Ia putuskan melangkahkan kaki pada jalanan yang berdebu dan berliku. Tekadnya hanya satu, sampai pada tujuannya. 
Dan saat itulah Roni bersama busnya datang menjemput. Membukakan kembali pintunya lebar-lebar. Menyediakan kursi utama baginya. Memberikan kenyamanan dan kehangatan yang mampu membuat Keysa betah di sana untuk mengobati lukanya.
“Ya… Bus ku telah datang menjemputku” ucap Keysa pada dirinya di cermin. Kembali ia memagut wajahnya sebelum ia keluar kamarnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar