Sabtu, 20 April 2013

BUS KU DATANG MENJEMPUTKU (Part 2)


Lama Keysa masih menatap pantulan dirinya di cermin. Dia perhatikan satu persatu semua titik di tubuhnya dan matanya tertuju pada bola mata yang ia miliki. Ia perhatikan dirinya lekat. Pikirannya kembali melayang pada hari-hari ia bersama Anton beberapa tahun silam. Ya… mata itu yang membuat Anton jatuh cinta kepadanya dengan segala kekurangan yang ada padanya dulu. Dan mata itu yang selalu ia suka dari dirinya karna dulu Anton menyukainya.
Kenangan itu terurai kembali dalam benaknya betapa ia masih mencintai Anton. Semuanya kembali sejak Anton datang menemuinya beberapa minggu lalu. Keysa tahu, dia tidak pernah membenci Anton selama ini. Bukan benci yang ia rasakan karna cinta itu masih disimpannya rapi dalam hatinya. Pikiran Keysa terus membuka memori-memori yang telah  ia simpan rapi. Hingga panggilan ibunya hampir tak didengarnya.
Keysa masih diam mematung di depan cermin dan sebuah ketukan dari arah luar kamar mengagetkannya.
Tok..tok..tok
“Key, kamu belum juga selesai?” Suara ibunya terdengar dari luar kamar.  
“Keysa, Roni sudah datang. Mau berapa lama lagi kamu berdandan?” Panggil ibunya dari luar kamar. Keysa terkejut, dialihkan pandangannya ke sumber suara di balik pintu kamarnya.
“Iyaa bu, Keysa bentar lagi keluar.” Jawabnya. Dengan tergesa-gesa ia tinggalkan kamarnya setelah mengambil tas dan beberapa barang yang akan ia bawa ke klinik.
Cepat-cepat ia buka pintu kamarnya, namun sudah tidak ada ibunya di sana. Segera ia keluar kamar dan menuju ruang makan karna Roni sudah ada di sana.
“Duuuh lamanya dandan bu dokter satu ini.” Ejek Roni setelah dilihatnya Keysa datang.
Keysa hanya tersenyum dan memberikan sedikit cubitan kecil pada Roni. Roni yang mendapatkan serangan tiba-tiba kontan saja berteriak kesakitan. Keysa tersenyum puas melihatnya.
Ibu Keysa yang sedang sibuk menyediakan sarapan hanya tersenyum melihat sikap mereka berdua. Setiap melihat kebersamaan mereka, Ibu Keysa selalu berdoa agar mereka segera dipersatukan. Sudah hampir beberapa minggu ini Roni selalu datang menjemput Keysa dan beberapa kali ikut sarapan bersama. Ayah dan adik-adik Keysa tidak keberatan dengan hal itu.
Roni cukup ramah dan pandai mengambil hati keluarganya. Adik-adiknya pun cepat sekali akrab dengan Roni. Ibu Keysa sudah jatuh hati pada Roni sejak Roni secara langsung menyampaikan padanya bahwa ia memiliki maksud terhadap Keysa. Namun saat itu Keysa belum merespon perhatian Roni. Ibunya tahu itu dan melihat kegigihan Roni dalam menaklukan hati anaknya.
Ruangan tiba-tiba hening. Ibu Keysa sibuk dengan kegiatannya. Roni dan Keysa sibuk menghabiskan makanan mereka.
“Ibu, bapak mana kok belum keluar untuk sarapan? Yang lain juga, kok sepi?” Tanya Keysa pada Ibunya memecah keheningan.
“Bapak tadi pagi-pagi sudah berangkat karena harus pergi ke luar kota. Ada yang harus diurus mengenai persidangan Bupati yang kemarin sempat tertunda. Adik-adikmu sudah berangkat ” Jawab Ibu Keysa yang kemudian duduk di sebelah Keysa.
“Ooow…” (Hanya suara itu yang keluar dari mulut Keysa mendengar penjelasan ibunya karena  mulutnya sudah penuh dengan makanan.
“Kelamaan sie, dandannya…” celetuk Roni tiba-tiba sambil memamerkan deretan giginya yang bersih dan rapi mengejek Keysa.
Keysa yang tidak terima mendapat ejekan dari Roni menendang kaki Roni dari bawah meja sembari menjulurkan lidahnya. Roni hanya kembali tersenyum mengejek Keysa, jadilah mereka saling serang.
Melihat kondisi itu, Ibu Keysa kemudian melerai mereka.
“Sudah-sudah, segera berangkat sana. Nanti kalian ditunggu pasien.” Ucap Ibu Keysa.
Mereka segera menyelesaikan sarapan mereka dan kemudian berpamitan menuju klinik. Selama perjalanan mereka asik membahasa banyak hal. Keysa selalu suka saat mengobrol dengan Roni. Tanpa di rasa mereka sudah tiba di parkiran klinik.  
Roni segera mencari lokasi untuk memarkir mobilnya, namun kemudian mendadak ia hentikan mobilnya. Keysa yang sejak beberapa menit lalu masih sibuk membaca beberapa brosur yang ia temukan di kursi belakang, terkejut.
“Innalillahi, Roni… Ada apa?” Tanya Keysa. Dilihatnya wajah Roni sedikit tegang.
Roni yang juga terkejut tidak dapat mengalihkan perhatiannya pada sesuatu yang baru saja dilihatnya tepat dihadapan mereka. Keysa yang bingung mengikuti arah pandangan Roni. Dan kali ini wajah Keysa lebih pucat dari Roni.
Keysa diam dengan ekspresi yang tidak dapat digambarkan. Roni segera menguasai dirinya dan berganti melihat ke arah Keysa. Segera ia kembali menghidupkan mesin untuk mencari lokasi parkir sebelum sosok yang mereka lihat benar-benar memperhatikan mereka.
Setelah mendapatkan tempat, Roni mematikan mesin mobilnya. Dilihatnya kembali Keysa yang masih diam. Lama ditunggunya beberapa saat namun sepertinya Keysa tidak sadar bahwa mesin mobil telah mati.
“Key, are you okay?” Tanya Roni memecah perhatian Keysa.
Keysa yang sempat melamun terkejut dengan panggilan Roni.
“Eeeeh…. Eeeee… Ya… I’m Ok.” Gugup Keysa menjawab tidak dapat menyembunyikannya.
“Kita keluar sekarang atau?” Tanya Roni kemudian, namun kalimat itu menggantung, ada nada kecewa di sana saat Roni melihat respon Keysa. Akhirnya mereka sama-sama diam dengan pikiran masing-masing.
Keysa benar-benar tidak menyangka Anton akan datang lagi dalam hidupnya setelah beberapa waktu lalu muncul kembali. Keysa coba menenangkan hatinya. “Ini gila.” Pikirnya.
Ia tarik nafas dalam-dalam, ia tenangkan hatinya seperti beberapa tahun lalu. Ia kembali menenangkan hatinya.
Roni yang sejak tadi ada di sebelah Keysa hanya memperhatikan. Ia menunggu Keysa dalam diam.
“Ron,” Panggil Keysa kemudian setelah ia yakin dengan hatinya.
“Ya…?” Jawab Roni yang sudah sejak tadi menunggu Keysa bersuara.
“Kita keluar sekarang yuk..” Ucap Keysa yakin kepada Roni. Roni yang sempat bingung hanya bisa mengangguk sembari tersenyum.
“Kamu sudah siap?” Tanya Roni, diusapnya lembut kapala Keysa.
Keysa mengangguk dan membalas senyum Roni yang mampu membuatnya tenang.
Akhirnya mereka keluar dari mobil dan berjalan ke arah klinik. Keysa menggandeng tangan Roni untuk menutupi kegelisahannya. Roni tahu itu, dan ia membiarkannya.
Pertemuan dengan Anton tentunya tak dapat dihindarkan Karena Anton yang sejak tadi telah mengetahui kedatangan mereka, sengaja menunggu Keysa.
“Key..” Panggil Anton setelah melihat Keysa dan Roni berada tidak jauh darinya.
Keysa yang berjalan di sebelah Roni kemudian melihat ke arah sumber suara membalas panggilan itu dengan senyum yang ia usahakan se normal mungkin.
“Hai Ton… sudah lama di sini?” Tanya Keysa kemudian.
Dilihatnya Anton cukup tenang, begitu juga dengan Roni. Keysa tidak tahu bahwa di dalam hati kedua laki-laki itu sedang berusaha menahan untuk tidak saling melemparkan serangan.
Mereka bertiga berdiri canggung satu sama lain. Jemari Keysa semakin erat menggenggam tangan Roni seakan takut terlepas. Iya… dia membutuhkan Roni saat ini untuk menenangkan hatinya. Dan Roni siap memberikan perlindungan padanya.
Anton melihat itu… perasaan ganjil kembali menyerangnya. Yaa… perasaan cemburu itu datang lagi dalam hatinya.
“Aku ada perlu denganmu Key, bisa kita bicara?” Tanya Anton kemudian tepat di hadapan Keysa dan Roni.
Mendengar itu, Keysa sempat terkejut segera dialihkan perhatiannya pada Roni untuk meminta persetujuan, namun Roni tidak memberikan jawaban pada tatapan Keysa. Roni sibuk menenangkan hatinya untuk tidak memberikan sedikit pelajaran pada Anton.
Keysa putus asa, kemudian di tatapnya kembali Anton.
“Maaf, pagi ini aku ada jadwal praktik.” Jawab Keysa kemudian…
Anton tidak menyerah, ia bersedia menunggu Keysa hingga Keysa selesai kerja.
Pada akhirnya Keysa tidak mengiyakan dan tidak juga menolak secara tegas permintaan Anton. Karna dia sendiri tidak tahu apa yang harus dilakukannya.
Roni kecewa dengan jawaban Keysa, tapi dia tahu itu hak Keysa sepenuhnya. Mereka sejak dulu telah tahu posisi masing-masing. Dan Roni tidak akan melihat apa yang dilakukan laki-laki lain pada Keysa, tetapi dia akan melihat apa yang Keysa lakukan pada mereka.
Akhirnya Keysa dan Roni meninggalkan Anton dan memasuki klinik. Mereka berdua diam. Perlahan Roni mengendurkan pegangannya pada jemari Keysa, Keysa menyadarinya. Dan genggaman itu benar-benar terlepas ketika mereka telah ada di depan pintu klinik. Keys tahu dirinya ditelah menyakiti Roni. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar